Oleh: Salman Arif
Aplouse buat Michel H.Hart yang begitu bernyali menobatkan Rasulullah SAW sebagai tokoh yang berpengaruh dalam sejarah dunia. Tak muluk-muluk, dalam bukunya yang berjudul The 100, Peringkat Orang yang Berpengaruh dalam Sejarah, menempatkan Rasulullah SAW diposisi teratas mengalahkan Issac Newton, Johann Gutenberg, Albert Enstein, Galileo Galilei dan sederetan nama tokoh terpopuler lainnya didunia. Nabi Muhammad SAW mempunyai karier politik dan keagamaan yang sangat luar biasa hingga agama islam dapat dinikmati oleh penduduk disentero dunia merupakan alasan konkrit yang sangat tepat menurut Michel. Kita sebagai muslim yang cerdas tentu sangat men-support hasil research peneliti berkebangsaan Amerika Serikat ini karena memang benar adanya, itulah sosok Rasulullah, Sang Revolusioner dan Visioner yang selama ini kita bangga-banggakan.
Kalau kita lihat flashback sejarah 14 abad silam, disaat dunia Arab tenggelam dalam palung kejahiliyahan yang begitu dalam, Rasulullah sebagai Sang Revolusioner dan Visioner dengan kebesaran jiwanya bertekat mengubah arus kejahiliyahan tersebut menuju masyarakat madani yang berperadaban. Beliau merangkai sebuah skenario mimpi kemudian meretas jalan demi mewujudkan mimpi-mimpi tersebut dengan penuh kesabaran dan metode-metode yang mengagumkan.
Dimulai dari rumah Arqom yang menjadi saksi bisu atas keislaman para antek-antek kebatilan dan aktor-aktor kebiadaban dikala itu. Kemudian bagaimana beliau menghadapi onak dan duri disaat dakwah sirriyyah diproklamirkan, disaat hijrah dengan para sahabat kebeberapa daerah dengan kronologis yang sangat menantang dan luar biasa, hingga islam tumbuh secara drastis di Kota Madinah dan terjadinya Fathul Makkah. Semuanya dilakoni oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya dengan penuh perjuangan. Kerasnya penghinaan, penindasan, intimidasi yang berkabolorasi menjadi badai polemik, merongrong langkah-langkah mulia menuju cita-cita bernama Daulah Islamiyyah. Namun semuanya itu dapat dilumatkan dengan pijakan keimanan, semangat dan motivasi yang sangat mengakar kuat. Dan sekarang kita begitu menikmati ciprakan mimpi besar Rasulullah tersebut.
Begitulah jiwa kevisioneran Rasulullah SAW yang telah sukses menggandeng masyarakat arab dari kutub negatif menuju kutub positif yang memiliki peradaban yang diakui dimata internasional saat ini. Jika Amien Rais adalah Bapak Revormasi Indonesia, maka Nabi Muhammad SAW adalah Bapak Revormasi Dunia dan lebih tepat dikatakan sebagai Bapak Revolusi Dunia karena telah mengubah seluruh limit kebudayaan, sosial dan pokok-pokok kehidupan masyarakat Arab dan menjalar tanpa kendali keseluruh dunia saat ini.
Kita sebagai kader dakwah, hendaknya meniru prinsip Rasulullah dalam melukis cita-cita. Sejak Khalifah Turki Utsmani runtuh, umat islam menggelinding dan terus menggelinding menuruni lereng gunung kejayaan. Kader dakwah memiliki posisi yang sangat strategis dalam hal ini. Ratusan juta onggok umat islam harus diarahkan kembali menuju puncak keemasan yang dahulu pernah kita digenggam dalam naungan Khilafah Islamiyyah. Dan mimpi kita sekarang adalah menegakkan kembali Khalifah Islamiyyah tersebut.
Medan dakwah saat ini amatlah suram. Dan medan dakwah pada tahun 80-an jauh lebih suram, dimana segala bentuk pergerakan islam dicekal dan terancam dibumi hanguskan! Dan sekarang alhamdulillah, kita dapat mengambil nafas karena kita hidup dizaman reformasi. Tak terbayang rasanya jika kita hidup dizaman 80-an dan berjuang bersama Ust.Rahmad Abdullah dalam menyampakan risalah ini. Agaknya kondisi dakwah sirriyyah yang ber-base camp di rumah Arqom dahulu kembali ditayangkan ulang diwaktu yang berbeda.
Sunggguh, mewujudkan kembali Khilaf Islamiyah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu metode yang sistematis dan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkannya, bukan langkah praktis seperti yang dilakukan oleh jama'ah dakwah yang lainnya. Dibutuhkan semangat yang menggelora, dan keimaman yang kuat agar tidak ada yang berjatuhan dijalan dakwah( Al Mutasaqituuna Fii thariiqid Dakwah). Dibutuhkan kesabaran, karena dakwah tak selamanya berjalan mulus seperti banyaknya fitnah-fitnah yang mencoba memadamkan cahaya dakwah akhir-akhir ini. Yang jelas, jiwa pemimpi tak boleh pudar dari dada seorang kader dakwah. Mari wujudkan diri sebagai Sang Visioner dan Revolusioner ala Rasulullah SAW. Mari bergerak menuju Khilafah Islamiyah.